Lima Penyakit Mulut Harus Diwaspadai Ibu Hamil


Perubahan hormon selama hamil turut mempengaruhi kesehatan gigi ibu yang mengandung. Tapi terkadang banyak ibu hamil yang tidak menyadari hal ini. Perubahan hormon yang terjadi selama hamil membuat perempuan lebih rentan terkena penyakit yang berhubungan dengan gusi atau gigi.

Ini karena meningkatnya kadar hormon pregesteron dan estrogen selama hamil yang menyebabkan gusi bereaksi dengan bakteri yang ada di plak gigi sehingga menyebabkan gusi bengkak, berdarah atau gusi menjadi lembek. Karena adanya celah, kemungkinan makanan yang dikonsumsi bisa terselip yang dapat menjadi sumber dari kuman.

Beberapa masalah gigi dan gusi yang dialami saat hamil, yaitu:

1. Kehamilan radang gusi.
Meningkatnya hormon progesteron dapat mengakibatkan radang gusi atau gusi yang membengkak. Karena selama hamil kondisi sistem kekebalan tubuh juga berubah, maka gusi bisa menjadi merah, bengkak atau berdarah saat sedang sikat gigi. Gejala radang gusi ini akan hilang setelah bayinya lahir.

2. Penyakit periodontal.
Beberapa perempuan hamil kadang mengalami masalah gigi yang lebih serius yaitu periodontal. Penyakit ini terjadi bila infeksi bakteri berkembang di dalam kantung di bawah garis gusi sehingga dapat merusak serat-serat yang menjaga gigi ditempatnya. Penyakit ini dapat mempengaruhi bayi, salah satunya adalah melahirkan bayi prematur dengan berat badan lahir rendah.

3. Kehamilan granuloma.
Granuloma adalah pertumbuhan merah yang biasa muncul di sepanjang garis atas gusi, terkadang menyebabkan gusi berdarah. Masalah ini tidak terlalu berbahaya, tapi menimbulkan rasa tak nyaman saat berbicara atau makan. Granuloma ini biasanya muncul pada trimester kedua dan mempengaruhi 2-10 persen perempuan hamil. Masalah ini akan hilang sendirinya setelah bayi lahir.

4. Mulut kering.
Karena terjadi perubahan hormon, menyebabkan penurunan air liur sehingga mulut sering terasa kering. Mulut yang kering bisa meningkatkan berbagai risiko masalah gigi. Salah satu cara untuk membantu mengatasinya adalah dengan mengunyah permen karet.

5. Erosi enamel gigi.
Muntah yang terjadi akibat mual di pagi hari (morning sickness) bisa menyebabkan erosi enamel pada bagian belakang gigi depan. Hal ini akan lebih mungkin terjadi jika sering muntah untuk jangka waktu yang panjang.

 

Sumber : http://www.ibubayi.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s