Kebiasaan Buruk Saat Hamil


Pdpersi, Jakarta – Ada kebiasaan buruk yang langsung berpengaruh buruk terhadap janin. Merokok dan minum alkohol misalnya, bisa menyebabkan keguguran, lahir prematur dan sejumlah kelainan atau cacat janin. Zat yang jelas buruk bagi Anda juga buruk bagi janin karena bayi Anda juga mendapatkannya dari plasenta. Selain rokok, alkohol dan zat lain yang jelas berbahaya, ada asupan lain yang kelihatannya tidak berbahaya namun mempengaruhi janin.

Kafein
Kafein diatas 500 mg akan membuat denyut jantung bayi meningkat, tingkat pernapasan lebih cepat, kesulitan tidur dan masalah lain, memang, sedikit kopi atau teh tidak akan membuat kelainan atau cacat pada janin, namun Anda sebaiknya waspada karena selain kopi dan teh, banyak makanan atau minuman lain juga mengandung kafein. Tanpa Anda sadari, jumlah kafein yang anda masukkan ke tubuh sudah melebihi batas aman. Sebaiknya hindari kafein selama masa hamil dan menyusui.

Ngidam
Kebiasaan buruk yang paling sering dilakukan ibu hamil, kata Dr. Indrawati Dardiri, SpOG dari RS. Mitra Internasional, adalah ngidam pada awal kehamilan. Dimana dalam kondisi mual mual, ia menginginkan makanan yang tidak keruan tapi dituruti juga. Makanan yang buruk akan mempengaruhi kondisi bayi. “Saya selalu bicara pada pasien. Coba tolong jangan egois. Apa Anda ingin enggak punya bayi yang pandai, jenius,” kata Indra.

Musik Keras
Kebiasaan mendengarkan musik klasik sambil berkomunikasi dengan bayinya tentu berdampak positif pada janin. Namun mendengarkan musik hingar bingar dapat mempengaruhi denyut jantung bayi.

Kebiasaan Jalan-jalan
Kebiasaan sering jalan-jalan akan mengakibatkan ibu hamil sering kecapekan dan membuat jantung bayi meningkat. pengaruhnya sangat berbahaya bila denyut jantungnya meningkat jauh diatas normal. Bila denyut jantung bayi masih sebatas 120 sampai 160 masih termasuk normal.

Sikap Buruk
Lantas, bagaimana dengan kebiasaan atau sikap yang tidak terkait dengan asupan makanan? Apakah punya pengaruh terhadap janin? Menurut Indra, sejauh ini kebiasaan dan sikap buruk wanita hamil belum diketahui dampak pastinya pada janin. Karena dokter sulit mengikuti anak hingga berusia 2 tahun apalagi sampai 7 tahun. “yang paling banyak adalah gangguan behaviour, dari yang mulai paling ringan sampai autisme,” ujar Indra lagi.

Dulu orang banyak mendiamkan saja bila si ibu mengalami perubahan menjadi bersikap buruk. Sebetulnya kondisi psikologis pada ibu yang tidak biasannya jangan dianggap hal biasa karena kehamilan. Padahal itu suatu keadaan patologis. Seorang ibu yang tidak siap menghadapi kehamilannya bisa bersikap serba salah. Calon anak beresiko mengalami kelainan perilaku dari yang paling ringan sampai yang paling berat seperti autisme. Karena itu, sejak awal kehamilan, seorang ibu harus sudah mempersiapkan diri secara fisik dan mental untuk mendapatkan bayi yang sehat, berkualitas.

Pikiran negatif
Orang hamil biasanya mengeluh dan curiga suaminya mungkin selingkuh lagi. Pikiran jelek muncul karena merasa ia sekarang menjadi jelek, bau badannya tidak sedap, tubuhnya tak menarik. Ibu hamil pun menjadi rendah diri.

Pada saat hamil, kadang suami menjauh, namun bukan karena dia tidak lagi cinta lagi cinta pada sang istri. Kebanyakan suami kasihan melihat istrinya yang sedang gemuk dan perutnya gendut sehingga ia tak tega melihat dan mendekatinya. Tekanan psikologi saat hamil, kata Indra, sebaiknya jangan dibiarkan barlarut-larut dirasakan karena dapat berdampak pada sang bayi yang akan dilahirkan.

Melamun
Waspadai adanya gangguan kejiwaan bila ibu hamil sering melamun. Kasusnya pernah ditangani dokter Indrawati. Dari hasil pemeriksaan melalui orang tuannya, sejak kecil si ibu hamil mempunyai kepribadian yang labil. Ketika hamil, ia akan melamun, matanya menerawang, dan dalam peemriksaan kehamilan, ia sulit ditanyai. Akibatnya setelah melahirkan anak kedua, pihak keluarga meminta anaknya disterilkan supaya tidak hamil lagi.

Cemas
Selalu cemas pada waktu hamil dapat berpengaruh pada sang janin. Dimana cemas akan meningkatkan hormon adrenalin. Terlalu cemas dapat berpeluang menjadi psikosis (kelainan jiwa yang disertai desintegrasi kepribadian dan gangguan kontak dengan kenyataan) dan skizofrenia (penyakit jiwa yang disertai terpecahnya kepribadian yang tampak pada gangguan pemikiran, emosi dan perilaku). “Tapi kasus ini persentasinya kecil sekali. Saya baru ketemu dua kasus.” kata Indra.

Kebiasaan Baik
Kebiasaan mendengar musik yang lembut atau musik klasik bagus untuk kondisi janin. Begitu juga membaca novel-novel atau buku kesukaan Anda, menyanyi ataupun mengaji baik dilakukan saat hamil. Membaca atau menyanyikan langsung didepan seorang anak. “Itu sama baiknya dengan mendengarkan musik klasik sambil mengelus-elus perutnya. Tapi bila mendengarkan musik klasikhanya meletakkan alat musik di perut saja,tanpa ada kontak ibu dengan si bayi, tentu tidak ada hasilnya,” kata Indra.
Yang pasti, harus ada kontak antara ibu dengan janin, walaupun kontak itu pasif dari si ibu saja. Jadi bila hanya menyanyikan tanpa ada kontak dengan janin di dalam kandungan, maka tidak berpengaruh apa-apa pada janinnya.

Untuk itu ada sebuah teori bila anak diperdengarkan musik klasik dapat merangsang saraf otak bayi. Kebiasaan seperti ini seharusnya dilakukan ibu sedini mungkin saat hamil. Jadi erat kaitannya kondisi ibu kepada bayi yang dilahirkannya nanti.
Sumber: Human Health, http://www.pdpersi.co.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s