10 Gejala & Tanda Yang Perlu Diwaspadai Sebelum Terlambat


istock_000005683380xsmall

Sebenarnya gejala-gejala tubuh yang terjadi pada keseharian kita itu menunjukan sesuatu yang biasa aja atau sesuatu yang penting untuk diketahui sebelumnya? Nah bingung kan, hehe mendingan baca deh tulisan ini, dikirim oleh Indri, salah satu teman pembaca blog kita. Keren banget dan sangat bermanfaat untuk pegangan sehari-hari.

Selamat membaca!

 

By : Indri

Di bawah ini adalah 10 gejala dan tanda yang perlu diwaspadai sebelum terlambat:

1. Nyeri dada. Waspadai nyeri dada (terutama di sebelah kiri) yang bersifat menjalar ke dagu, bahu, dan atau sampai lengan bawah.


dh4gnqc_3dzhhqffr_b

Rasa nyeri kadang digambarkan seperti dicengkeram, diremas, ditusuk, dan sebagainya. Gambaran tipikal penderita adalah membungkukkan badan sambil memegang/mencengkeram dadanya.

dh4gnqc_4f6bz8ddp_b

Mungkin sudah banyak yang tahu bahwa ini akibat serangan jantung. Namun jangan beranggapan kalau serangan jantung hanya terjadi karena kaget (seperti yang digambarkan di sinetron-sinetron). Tidak menutup kemungkinan serangan jantung terjadi pada saat tidak beraktivitas (istirahat).

Serangan jantung tidak lagi didominasi olaeh para manula. Berapa pun usia kamu, kalau ada gejala seperti ini, minta tolong orang untuk segera mengantar ke UGD rumah sakit terdekat, saat itu juga. Sambil nunggu, usahakan untuk tetap tenang, jangan panik. Panik hanya akan memperparah serangan. Obat Isosorbid dinitrat (ISDN) biasanya dikonsumsi dengan meletakkannya di bawah lidah.

2. Reaksi obat

Salah satu bentuk alergi terhadap obat yang paling berat adalah Steven Johnson Syndrome, yang ditandai dengan melepuhnya kulit (di hampir seluruh bagian tubuh). Serem ya? Masalahnya, tidak ada yang bisa meramal siapa yang akan kena reaksi alergi ini. Jadi jangan buru-buru menuduh dokternya malapraktek ya…. Untuk jaga-jaga, apabila minum obat apapun (tidak harus selalu antibiotik), kemudian mulai timbul reaksi gatal, kulit kemerahan, atau bahkan sesak, hentikan konsumsi obat tersebut, trus langsung pergi ke UGD RS terdekat dengan membawa obat apa saja yang diminum. Tidak harus nunggu dikontrolkan ke dokter pemberi resep. Iya kalo buka, lha kalo tutup?

3. Mati rasa (kebas).

Mati rasa yang permanen atau terus memburuk mengindikasikan adanya gangguan pada sistem saraf. Bisa jadi itu gejala dari serangan stroke. Termasuk kebas di sini adalah kebasnya otot2 untuk bersuara, yang ditandai dengan jadi cadel (kalo udah cadel dari sononya tidak termasuk dalam hal ini… :D ). Meskipun ternyata hanya karena terjepitnya suatu saraf tertentu, tetap harus ditangani dengan benar. Karena jaringan saraf yang rusak akan sulit mengalami regenerasi sebagaimana jaringan tubuh yang lain. So, kalo ada keluhan seperti ini, temui dokter ahli bedah saraf atau saraf ya…..

4. Gangguan-gangguan di rongga mulut.

Termasuk di sini adalah nyeri telan, sakit gigi, dan radang/abses pada gusi. Dari berbagi riset diketahui kuman2 di rongga mulut berkaitan dengan gangguan pembuluh darah. Yang ujung-ujungnya adalah pada penyakit jantung koroner, stroke, radang selaput jantung (endocarditis), sampai gangguan ginjal. Pada beberapa kasus, abses yang menjalar hingga ke kelenjar di bawah rahang seringkali berakibat fatal. Jadi kalo ada gejala nyeri telan, jangan dianggap sepele. Konsultasikan ke dokter untuk mengetahui antibiotik yang sesuai. Sakit gigi dan atau gusi segera bawa ke dokter gigi untuk segera ditangani. Jangan biarkan kuman2 pathogen itu memasuki sistem pembuluh darah kita…!

5.  Sakit kepala hebat dan sering.

Sakit kepala yang hebat bisa menyebabkan penderita bertindak nekat membentur-benturkan kepala ke tembok! Keluhan sakit kepala yang disertai dengan muntah, gangguan penglihatan, dan gangguan keseimbangan mengisyaratkan ‘sesuatu yang serius’ di dalam kepala. Kalo ada keluhan seperti ini, segera periksakan diri ke dokter spesialis saraf ya…..

6. Batuk darah.

Sekali saja batuk darah ataupun batuk berdahak bercampur darah, menunjukkan ada yang tidak beres dalam sistem pernafasan (paru-paru). Bisa kanker (ouch!), bisa TBC. Ingat, negara kita adalah peringkat ketiga (3) kasus TBC sedunia! Jangan merasa aman dari penyakit ini. Apalagi kalo ditunjang dengan gejala penurunan berat badan, keringat dingin di malam hari, demam yang tidak terlalu tinggi, dan adanya riwayat kontak dengan penderita TBC-AIDS. Kenapa AIDS? Karena penderita AIDS biasanyanya juga mengalami infeksi sekunder TBC. Untuk TBC sudah bisa ditangani secara memuaskan di level puskesmas hingga spesialis paru. Sedang untuk AIDS, biasanya ditangani oleh dokter penyakit dalam.

7. Nyeri perut.

Gangguan di perut memang banyak sekali. Mulai dari yang ringan karena telat makan, pre-menstrual syndrome (PMS), sampai karena keradangan di sistem pencernaan. Salah satu yang perlu diwaspadai adalah adanya nyeri di daerah sekitar pusat, yang disebut sebagai titik Mc.Burney.

dh4gnqc_5dw3kmkds_b

Ini perlu diwaspadai, karena keterlambatan tindakan akan mengakibatkan umbai cacing usus buntu yang meradang (appendix yang mengalami appendicitis) pecah(perforasi) sehingga diperlukan intervensi yang lebih invasive. Sebagai gambaran, kalo operasi appendicitis biasa sayatannya cuma 3 cm, kalo sampai perforasi bisa disayat panjang banget untuk ‘cuci’ seluruh isi rongga perut yang tercemar).

Untuk para lelaki, waspadai juga bila scrotum tiba-tiba (biasanya bangun tidur) terasa sakit hebat disertai bengkak. Hal ini diakibatkan karena torsio (pemuntiran) tali penggantung testis, yang mengakibatkan bendungan di sekitar testis. Bila tidak di tangani, masa depan suram deh!

Waspada tingkat tinggi juga berlaku bagi penderita hernia, yang tiba2 hernianya tidak bisa kempis, dan disertai nyeri hebat.

Jadi……jangan pake lama…bawa ke UGD rumah sakit terdekat ya…..

8. Kencing darah.

Jangan pernah anggap sepele urin yang berwarna merah (di luar waktu haid bagi wanita). Tidak ada yang enteng untuk hal ini. Berbagai kemungkinan dapat terjadi. Mulai dari batu ginjal, infeksi, tumor, sampai penyakit autoimun dapat memberikan gambaran ‘kencing darah’. Untuk langkah pertama bisa temui dokter penyakit dalam konsultan nefrologi. Baru kalo mungkin diperlukan tindakan bedah, akan dirujuk ke dokter bedah urologi.

9. Perubahan pola buang air besar (BAB).

Urusan ke belakang jangan dianggap rutinitas belaka. Sempatkan sesekali menengok apa yang kita buang. Tinja yang berbentuk bulat kecil seperti tahi kambing menunjukkan gangguan dalam saluran cerna. Kebanyakan tumor di usus besar memberi gejala ini.

Demikian juga kalo lagi diare. Sebelum ke dokter, sempatkan untuk mengidentifikasi tinja yang keluar. Perhatikan konsistensinya; apakah cair, atau lembek, atau hanya air saja? Kalau air, apa warnanya….kuning, bening, atau putih seperti air cucian beras? Ada darahnya atau tidak? Disertai bau seperti apa? Disertai lendir atau tidak? Hii…memang sepertinya menjijikkan. Tapi deskripsi yang jelas akan membantu dokter dalam mendiagnosa dan memberikan obat yang tepat. Oya…perhatikan juga dengan rutinitasnya. Kalau biasanya sehari sekali kemudian menjadi 3 hari sekali secara terus menerus, mungkin ada sesuatu terjadi. Juga kalau tidak bisa kentut…jangan malu untuk memeriksakan diri ya…..

10.  Vertigo dan tinnitus.

Kalo vertigo pasti udah paham kan? Yaitu sensasi berputar yang dirasakan oleh penderita. Kadang disebut sebagai pusing. Sedangkan tinnitus adalah sensasi telinga berdenging. Ada dengung frekuensi tinggi, yaitu ‘ngiiiing’, dan ada dengung frekuensi rendah. Yaitu nguuuuung. Keluhan seperti ini yang terus menerus dan semakin parah juga mengindikasikan adanya sesuatu di dalam kepala. Temui ahli THT atau saraf? Hmm…tergantung keluhan penyertanya.

Semoga bermanfaat!

 

Sumber : http://christian-sugiono.blogseleb.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s