BANGUNAN HIDRAULIK MELINTASI SEJARAH


R I N G K A S A N
Orasi Ilmiah Pengukuhan Jabatan
Ahli Peneliti Utama Bidang Hidrolika
Drs. Erman Mawardi, Dipl. AIT, APU


  1. Karya-karya bangunan hidraulik terjadi melalui suatu proses evolusi dari yang paling sederhana berkembang menjadi bentuk lain yang lebih tinggi tingkatannya. Bangunan hidraulik yang telah dibangun oleh para ahli teknik masa lalu, telah memberi contoh/inspirasi bagi tumbuh dan berkembangnya karya bangunan hidrulik lain di masa kini.
  2. Puslitbang Sumber Daya Air telah berperan dalam melakukan penelitian dan pengembangan teknologi dalam bidang sumber daya air untuk mendukung dan meningkatkan kinerja pengelolaan sumber daya air. Pengetahuan, pengalaman dan penelitian dengan bantuan uji model hidraulik telah memungkinkan para ahli teknik hidraulik masa kini membangun bangunan hidraulik yang lebih besar, lebih baik dan lebih efisien dari pada bangunan hidraulik masa sebelumnya. Keterlibatan kami bersama tim di Laboratorium Hidrolika Puslitbang Sumber Daya Air, dalam melakukan kegiatan pembaruan desain bangunan hidraulik, telah berhasil menciptakan tipe dan bentuk bangunan hidraulik baru, dan memodifikasi desain bangunan hidraulik masa lalu. Hasil litbang tersebut antara lain modifikasi desain bendung tetap dan bendung gerak, penciptaan tipe bangunan hidraulik bendung berganda, bertangga, bendung gergaji, bangunan sadap bebas dengan gravel ejektor dan sebagainya. Modifikasi desain dan pengenalan tipe baru bendung tetap telah dapat meningkatkan fungsi dan keamanan bangunan, mengatasi masalah kegagalan bangunan akibat bahaya hidraulik, memenuhi tuntutan tepat mutu bangunan dan tepat sasaran, dan mengatasi masalah-masalah yang terjadi pada masa pengoperasian bangunan pasca pelaksanaan. Penciptaan bendung tipe berganda dan bertangga telah memperoleh kemudahan pelaksanaan, mengatasi kesulitan penggalian fundasi dan mengatasi masalah hidraulik pada pembangunan bendung tinggi. Pengembangan bendung tipe gergaji untuk daerah pedataran yang kapasitas pelimpahan alirannya besar telah dapat mengurangi daerah genangan banjir di bagian udik bendung.
  3. Litbang teknologi bangunan pengambilan bebas (free intake) dengan bangunan gravel ejector. Kegiatan penelitian ini kami lakukan bersama-sama tim Puslitbang Sumber Daya Air. Tipe ini dikembangkan penggunaannya untuk pendayagunaan sumber daya air di sungai ruas hulu. Teknologi ini dikembangkan terutama untuk mengatasi kesulitan dan gangguan penyadapan aliran sungai pada bangunan pengambilan bebas. Hasil litbang teknologi ini cukup berhasil mengatasi masalah kesulitan penyadapan aliran sungai dan mengatasi gangguan angkutan sedimen dasar masuk ke bangunan pengambilan. Hingga kini prototipe bangunan pengambilan bebas yang diterapkan beroperasi dengan kinerja baik. Di masa sebelumnya pada bangunan pengambilan bebas tidak pernah dibangun kelengkapan bangunan seperti gravel ejector ini.
  4. Teknologi bangunan hidraulik ramah lingkungan. Karena kesadaran akan arti penting pembangunan berwawasan lingkungan (envi-hydraulic) maka paradigma desain bangunan hidraulik diubah. Sebuah terobosan baru dan pembaruan desain hidraulik bendung di Indonesia dilakukan. Pembangunan bendung tidak hanya untuk kepentingan manusia, melainkan juga dengan memperhatikan lingkungan sekitarnya, termasuk kehidupan ikan di sungai. Pembaruan desain ramah lingkungan bangunan hidraulik dilakukan dengan menyediakan fasilitas bangunan jalan ikan (fishway) pada bangunan bendung. Pada pembangunan bendung Perjaya di sungai Komering Sumatera Selatan dan bendung Batang Hari di sungai Batang Hari Sumatera Barat didesain dan dibangun bangunan jalan ikan. Tersedianya fasilitas bangunan jalan ikan pada bendung memungkinkan ikan berenang ke arah hulu dan hilir sungai melintasi bangunan bendung. Kedua bangunan ini desainnya ditunjang oleh penyelidikan dengan uji model hidraulik yang dilakukan oleh ahli – ahli teknik hidraulik di Laboratorium Hidrolika Puslitbang Sumber Daya Air.
  5. Teknologi kincir air tipe PUSAIR. Kegiatan litbang di bidang teknologi tepat guna bagi pendayagunaan sumber daya air yang telah kami lakukan bersama tim di Puslitbang Sumber Daya Air antara lain yaitu bangunan kincir air tipe PUSAIR. Bangunan ini dikembangkan untuk meningkatkan kemampuan pengambilan air sungai dari sekitar satu liter per detik pada bangunan kincir air tradisional menjadi sepuluh liter per detik pada bangunan kincir air tipe PUSAIR. Memanfaatkan teknologi kincir air tipe PUSAIR untuk pendayagunaan sumberdaya air bagi pemenuhan kebutuhan air baku untuk pertanian di berbagai lahan potensial akan dapat meningkatkan areal pertanian beririgasi sehingga akan dapat pula meningkatkan hasil pertanian.
  6. Menggunakan norma, standar, pedoman dan manual (NSPM), dalam kegiatan pelaksanaan konstruksi prasarana sumber daya air di masa datang menjadi suatu keharusan. (UU Sumber Daya Air No.7 Tahun 2004 ). Pidana penjara paling lama tiga tahun dan denda paling banyak Rp. 500.000.000,- bagi setiap orang yang dengan sengaja melakukan kegiatan pelaksanaan konstruksi yang tidak didasarkan pada norma standar pedoman dan manual (NSPM). Dalam kaitan ini Puslitbang Sumber Daya Air telah menyusun berbagai NSPM Sumber Daya Air untuk kegiatan pelaksanaan konstruksi prasarana sumber daya air tetapi jumlahnya masih sangat terbatas.
  7. Untuk mendukung dan meningkatkan kinerja pengelolaan sumber daya air maka perlu dilaksanakan kegiatan litbang iptek dalam bidang sumber daya air. Sehubungan dengan ini disarankan kegiatan penelitian dan pengembangan :
    1. Menciptakan dan memprioritaskan litbang bangunan hidraulik untuk pendayagunaan sumberdaya air dan pengendalian daya rusak air. dan untuk penyiapan bahan-bahan bagi pembuatan norma, standar, panduan dan manual.
    2. Menciptakan teknologi baru dan teknologi tepat guna pendayagunaan sumberdaya air, serta melanjutkan proses pembaruan teknologi bangunan hidraulik.
    3. Uji model hidraulik untuk penunjangan dan memantapkan desain bangunan hidraulik , perannya perlu diperkokoh.
    4. Mengembangkan teknologi bangunan hidraulik yang bersifat ramah lingkungan.
    5. Penelitian untuk penyiapan bahan-bahan bagi pembuatan norma, standar, panduan dan manual.
    6. Perlu memacu dan meningkatkan penyusunan dan penerbitan norma, standar, panduan dan manual bidang sumber daya air.

Sumber

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s