Penjara Artalita ternyata sebuah kamar mewah !!!


JAKARTA – Satuan Tugas Pemberantasan Mafia Hukum menemukan pemberian sejumlah fasilitas mewah terhadap para napi di Rumah Tahanan Wanita Pondok Bambu, Jakarta Timur, saat sidak pada malam ini. Salah satunya di ruang tahanan Artalyta Suryani alias Ayin.

Anggota Satgas menemukan Ayin berada dalam kamar berukuran besar di lantai tiga yang terpisah dengan tahanan lain. Saat anggota satgas tiba, mereka mendapati terpidana kasus suap Jaksa Urip Tri Gunawan itu tengah mendapat perawatan laser kosmetik oleh dokter khusus.

“Di sana kita menemukan ruang khusus seperti kantor begitu, ada TV, AC, sofa untuk tidur, ruang tamu, lengkap lah di sana,” ujar anggota Satgas Pemberantasan Mafia Hukum, Mas Ahmad Santosa kepada okezone di Jakarta, Minggu (10/01/2010).

Inspeksi mendadak sengaja dilakukan tim karena mendapat informasi dan pengaduan dari masyarakat akan adanya diskriminasi napi di Rutan Pondok Bambu. Merespons hal ini, Satgas lantas berkoordinasi dengan Menhukam Patrialis Akbar.

Awalnya tim menghendaki agar menteri turut serta dalam sidak. Namun dengan alasan tidak ingin menganggu, MenkumHAM menolak ikut. “Beliau tidak mau karena takut tidak bebas,” ujarnya

Berita lainnya :
Temuan luar biasa didapatkan Satgas Pemberantasan Mafia Hukum yang menggelar sidak di Rutan Wanita Pondok Bambu pada Minggu (10/01/2010) malam. Mereka mendapati ruang khusus karaoke.

Fasilitas mewah tersebut ditemukan Satgas di ruang tahanan Aling, napi kasus narkoba, di lantai II. Di tempat tersebut petugas menemukan ruangan khusus karaoke ber-AC.

“Ketika kita ke lantai II, mungkin karena mereka buru-buru, kita menemukan Blackberry yang tertinggal di ruang khusus Alin. Kita juga mendengar ada staff Alin di dalam, tapi sudah kabur duluan,” ujar anggota Satgas Pemberantasan Mafia Hukum, Mas Ahmad Santosa kepada okezone di Jakarta, Minggu (10/01/2010).

Mas Ahmad Santosa menambahkan, fasilitas mewah di rutan tidak hanya didapatkan Artalyta Suryani dan Aling. Sejumlah nara pidana lain juga mendapatkan perlakukan serupa.

Di antaranya eks Kepala Bagian Tata Usaha Distrik Navigasi PT Kurnia Jaya Wira Bhakti, Tanjung Priok, Departemen Perhubungan, Dharmawati Dareho, yang menjadi terpidana kasus suap mantan anggota Komisi V DPR Abdul Hadi Djamal.

“Di ruangan itu Dharmawati bergabung dengan Ines dan Eri Wulandari. Di sana juga ada ruang khusus, ada AC, sofa, TV. Dan kami juga melihat sel-sel yang katanya setiap malam didatangi mereka,” ujarnya

Sumber: Okezone.com

Sidak di Rutan Pondok Bambu
Ayin Pernah Pimpin Rapat Perusahaan di Rutan

Jakarta – Banyak kelonggaran-kelonggaran yang didapatkan Artalita Suryani (Ayin) saat menjalani hukumannya di rumah tahanan Pondok Bambu, Jakarta Timur. Diketahui pengusaha asal Lampung ini juga pernah memimpin rapat perusahaan di dalam rutan.

“Di dalam juga pernah mengadakan rapat dengan para karyawan, karena katanya dia harus mengurusi 70 puluh ribu sampai 80 ribu karyawan,” kata anggota Satgas Pemberantasan Mafia Hukum, Mas Achmad Santosa, saat dihubungi detikcom, Minggu (11/1/2010). Satgas melakukan inspeksi mendadak (sidak) di rutan Pondok Bambu dari pukul 19.00 hingga 22.00 WIB.

Tidak hanya bisa memimpin rapat, Ayin juga diketahui pernah dua kali meninggalkan bui. Terpidana kasus suap terhadap jaksa Urip Tri Gunawan ini pun mempunyai ruangan khusus yang terletak di lantai tiga rutan.

Ruangan ini dilengkapi AC dan TV. Di ruangan ini, juga ada ranjang atau tempat tidur yang nyaman. Selain itu, Ayin juga mempunyai meja kerja di ruangan itu. Saat sidak, Ayin pun kepergok sedang melakukan perawatan kulit di ruangan khususnya tersebut.

(lrn/lrn) Detik.com

4 thoughts on “Penjara Artalita ternyata sebuah kamar mewah !!!

  1. Dimana letak keadilan seorang kepolisian.Dasar hukum bisa dinilai dgn uang.Apa hukum negara kita di perjual belikan ? Jawab dong ……

    • Kasihan ya… Yang berbuat sebagian.. Yang kena semuanya… Mending klo hasilnya bagi2… Klo makan ndiri kan T E R L A L U.
      hihihihiiiiiiiiiiii……………….

  2. Lagi-lagi terjadi ketidak-adilan atas kemiskinan. Sangat prihatin melihat adanya kemewahan dan pemberian fasilitas yang berlebihan bagi orang-orang tertentu (khususnya yang berduit) di dalam penjara, seakan-akan hanya uanglah yang berkuasa.

    Fungsi penjara seharusnya membuat efek jera bagi penghuninya sehingga timbul kesadaran untuk tidak mengulang kesalahan yang sama lagi, bukannya dinyamankan dengan berbagai fasilitas sehingga penghuni merasa betah dan akhirnya tidak ada rasa jera sama sekali.
    Buat Blog

    • Penjara sudah kayak hotel bintang lima…
      jangan2 yang melakukan tindak pidana udah receipt kamar duluan…??
      Klo full book trus gmn ya….??

      Aneh…………….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s