Tipe Shopper Macam Apakah Anda?


Rasanya, tak ada wanita yang tak suka berbelanja. Namun seperti ketika kita memiliki selera yang berbeda tentang apa yang dibeli, kita pun memiliki cara yang berbeda dalam mendapatkan barang tersebut. Jika Anda mengaku sebagai a big shopper, 6 kategori di bawah ini mungkin berlaku untuk Anda:

The One-Store Shopper. Anda hanya akan “browsing” di satu butik saja, tak peduli apa pun yang Anda inginkan. Anda setia dengan 1 atau 2 merek saja, dan betah berlama-lama di dalam butik tersebut untuk membeli atasan, jeans, sepatu, jaket, tas, atau aksesori lainnya. Anda pebelanja yang setia dengan toko tertentu, misalnya Charles & Keith (untuk sepatu), Mango, atau ZARA.

The Bargain-Hunter. Anda sangat menikmati pusat pertokoan yang mirip gang senggol, asalkan Anda bisa menawar harga sepuasnya. Anda terbiasa blusukan di pertokoan di kawasan Tanah Abang, atau ITC untuk mendapatkan barang terbaik, dan hafal dimana letak toko-toko langganan Anda. Anda begitu pintar merayu, hingga seringkali pemilik tokonya turun tangan menghadapi Anda untuk memberikan harga khusus. Selain itu Anda juga termasuk pemburu diskon di department store. Asalkan diskon cukup besar Anda pasti akan membeli barang tersebut, tak peduli apakah Anda membutuhkannya atau tidak.

The Buying-Things-Without-Trying-Them-On Shopper. Seringkali karena malas menunggu antrian di fitting room, Anda memutuskan untuk langsung membeli barang tanpa mencobanya lebih dulu. Anda juga tak ragu-ragu menggunakan kartu kredit untuk membayar barang yang cukup mahal, dan tidak merasa sayang karena harus berhutang dalam waktu lama. Akibatnya, lemari pakaian Anda dipenuhi baju-baju yang tidak terpakai, karena meskipun muat di badan, pakaian-pakaian tersebut tidak layak dipakai. Entah karena belahan dadanya terlalu rendah, potongan di ketiak terlalu sempit, atau bagian bahu yang terasa tidak nyaman.

The Online Shopper. Karena pernah sukses berbelanja secara online, Anda makin yakin bahwa kebanyakan online store dapat diandalkan. Anda merasa nyaman dengan cara berbelanja ini, karena menghemat waktu dan uang (karena tidak perlu mengunjungi toko), dan tidak repot. Online shopper sendiri terdiri atas beberapa tipe: orang yang memang malas berbelanja dan bertransaksi di toko, orang yang termakan iklan (karena begitu melihat katalog langsung tertarik berbelanja karena takut kehabisan), dan orang yang ingin membeli barang-barang yang unik atau enggak pasaran, yang hanya tersedia di toko-toko online.

The Thrift Shopper. Anda suka mendatangi acara garage sale untuk mendapatkan barang-barang bekas berkualitas dengan harga murah. Entah itu pakaian, sepatu, buku-buku, alat olahraga, juga perabotan atau alat-alat rumah tangga. Namun ada juga orang yang justru menyukai barang-barang yang terlihat sudah dipakai, misalnya perabotan dari kayu jati.

The Emotional Shopper. Nah, Anda tentu paling paham siapa yang dimaksud dengan pebelanja emosional. Mungkin Anda termasuk di dalamnya. Anda menganggap aktivitas berbelanja mampu mengusir stres dengan cepat. Apakah Anda merasa langsung ingin ke mal dan pulang membawa sepatu baru, ketika sesuatu yang buruk terjadi pada Anda? Anda baru putus dengan kekasih, jenuh dengan pekerjaan yang seolah tak ada habisnya, atau tak tahan berada di rumah karena kakak atau adik sering bertengkar dengan ibu? Untuk mengatasi semua masalah itu, hanya berbelanja jalan keluarnya.

Bagaimana dengan Anda, yang mana tipe Anda? Apakah Anda hanya termasuk satu kategori, atau kombinasi dari beberapa kategori?

DIN

Sumber: StyleCaster

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s