Doa Jeki


Jeki masuk ke toko obat dan  membeli sebiji kondom. Dengan riang dia bilang kepada pemilik toko bahwa sebentar lagi dia akan makan malam di rumah pacarnya.
“Bapak kan tahu sendiri, biasanya setelah itu kan ada kelanjutannya”, tambah Jeki sambil menyeringai. Kondom pun berpindah  tangan.
Baru beberapa langkah ke luar toko, dia kembali masuk. “Saya minta satu lagi”,  katanya. “Adik pacar saya juga cantik. Agak genit pula. Saya rasa dia juga
naksir saya. Siapa tahu malam ini  saya mujur…”. Kondom kedua berpindah tangan.
Jeki kembali masuk dan minta  tambahan satu kondom lagi. “Begini, ibunya juga tak kalah seksi. Penampilannya  jauh lebih muda dari usianya. Dan kalau duduk
di depan saya, dia selalu  menyilangkan kaki. Saya yakin dia juga tak keberatan kalau saya dekati…”.
Dengan berbekal tiga kondom,  Jeki datang ke rumah pacarnya sambil tak putus bersiul. Sajian sudah siap. Pacar  Jeki, adik dan ibunya sudah menunggu. Jeki
pun langsung bergabung. Mereka menunggu sang ayah.
Begitu sang ayah masuk ke ruang makan, Jeki langsung memimpin doa sambil menunduk dalam-dalam. Yang  lain-lain ikut menundukkan kepala.
Satu menit berlalu. Jeki makin khusuk berdoa. Dua menit. Jeki terus komat-kamit — cukup panjang untuk  sebuah doa sebelum makan.
Pada menit keempat, pacarnya menyenggol kakinya dan berbisik, “Saya baru tahu kamu ternyata sangat  religius”.
Sambil terus menunduk, Jeki  menjawab dengan suara hampir menangis: “Saya juga baru tahu ayah  kamu punya toko obat….”
Cheers!
>
Mobile Marketing At A Single Click!

jekiJeki masuk ke toko obat dan  membeli sebiji kondom. Dengan riang dia bilang kepada pemilik toko bahwa sebentar lagi dia akan makan malam di rumah pacarnya.

“Bapak kan tahu sendiri, biasanya setelah itu kan ada kelanjutannya”, tambah Jeki sambil menyeringai. Kondom pun berpindah  tangan.

Baru beberapa langkah ke luar toko, dia kembali masuk. “Saya minta satu lagi”,  katanya. “Adik pacar saya juga cantik. Agak genit pula. Saya rasa dia juga naksir saya. Siapa tahu malam ini  saya mujur…”. Kondom kedua berpindah tangan.

Jeki kembali masuk dan minta  tambahan satu kondom lagi. “Begini, ibunya juga tak kalah seksi. Penampilannya  jauh lebih muda dari usianya. Dan kalau duduk di depan saya, dia selalu  menyilangkan kaki. Saya yakin dia juga tak keberatan kalau saya dekati…”.

Dengan berbekal tiga kondom,  Jeki datang ke rumah pacarnya sambil tak putus bersiul. Sajian sudah siap. Pacar  Jeki, adik dan ibunya sudah menunggu. Jeki pun langsung bergabung. Mereka menunggu sang ayah.

Begitu sang ayah masuk ke ruang makan, Jeki langsung memimpin doa sambil menunduk dalam-dalam. Yang  lain-lain ikut menundukkan kepala.

Satu menit berlalu. Jeki makin khusuk berdoa. Dua menit. Jeki terus komat-kamit — cukup panjang untuk  sebuah doa sebelum makan.

Pada menit keempat, pacarnya menyenggol kakinya dan berbisik, “Saya baru tahu kamu ternyata sangat  religius”.

Sambil terus menunduk, Jeki  menjawab dengan suara hampir menangis: “Saya juga baru tahu ayah  kamu punya toko obat….”

Cheers! > Mobile Marketing At A Single Click!

http://www.ismsbox.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s