Waspadai 9 Fenomena Alam Ini di Tahun 2012


Jakarta – Menyambut tahun 2012, ada baiknya masyarakat mewaspadai sejumlah fenomena alam yang kemungkinan terjadi. Sedikitnya ada 9 kejadian alam yang perlu diperhatikan dan disiapkan proses mitigasinya secara benar.

Berikut 9 fenomena alam tersebut seperti yang disampaikan oleh staf khusus presiden bidang bantuan sosial dan bencana alam, Andi Arief, dalam rilis kepada detikcom, Sabtu (31/12/2011):

1. Ancaman dari Gempa-Tsunami Mentawai (Siberut) 8,9 SR yang dapat mengancam satu juta lebih penduduk di Padang, Pariaman, Painan dan wilayah lain di Sumatera Barat serta Bengkulu, khususnya di sepanjang pesisir barat. Catatan pengukuran jaringan CGPS SuGAr LIPI menunjukan keadaan lewat jatuh tempo pengulangan gempa besar 8.7 SR tahun 1833.

2. Potensi Gempa di Selat Sunda – Selatan Jawa Barat, serta gempa di sesar Cimandiri, sesar Lembang Jawa Barat, Bali, potensi ancaman gempa di jalur patahan aktif besar seperti di Patahan Palukoro-Matano di Sulawesi, Patahan Sorong dan Tarerua-Aiduna di Irian, dan banyak lagi sistem patahan besar di darat dan juga wilayah lautan khusunya di Indonesia Timur yang belum banyak diteliti dan dikenal orang.

3. Setelah gempa Aceh 2004 dan Gempa Sendai, Jepang 2011, kita dihadapkan pada gunung-gunung api yang terus menerus menggeliat. Setelah letusan besar Merapi 2010, sekarang dihadapkan dengan letusan khususnya Gunung Gamalama dan aktivitas Krakatau serta 23 gunung lain yang berstatus Waspada dan Siaga.

4. Bahaya sekunder gunung api terutama di Sekitar aliran sungai pasca letusan Merapi 2010. Potensi banjir longsoran material erupsi Merapi 120 juta m3

5. Potensi Gempa dari patahan besar Sumatra yang sudah cukup banyak diteliti serta gunung api lain pun ada yang bisa menjadi kejutan bencana karena pengetahuan dan database kegempaan gunung api kita masih minim. Untuk Patahan Sumatra segmen yang sudah lama bertapa termasuk: di wilayah Aceh, Toba, Pasaman, Bukit Tinggi ke Utara, Dempo, dan Teluk Semangko serta Selat Sunda.

6. Bencana lumpur Porong Sidoarjo yang masih belum selesai, dan belum adanya kepastian penghitungan volume sumber lumpur yang masih terus keluar dari dalam bumi. Proses subsidensi (penurunan tanah) dan fenomena ikutannya berupa keluarnya gas hidrokarbon dari dalam bumi lewat rekahan-rekahan, deteriorasi kualitas lingkungan-air tanah, udara dan rambatan kerusakan dinamis pada infrastruktur di sekitar daerah semburan (di luar tanggul) masih terus terjadi.

7. Ancaman banjir di mana-mana, khususnya Kota-kota besar seperti Jakarta dengan intensitas sama seperti yang terjadi tahun 2002 dan 2007 dan Semarang. Untuk di daerah-daerah, terutama di lereng-lereng bukit juga sering disertai dengan bencana longsor atau banjir bandang.

8. Iklim yang sepertinya menjadi kian tidak menentu dan ekstrim yang juga bisa menyebabkan bencana, termasuk ancaman berbagai wabah penyakit. Disamping adanya ancaman terhadap sistem ketahanan pangan dan energi.

9. Meningkatnya frekuensi kejadian topan-badai di laut, gelombang tinggi serta munculnya fenomena angin ribut beliung akibat depresi lokal

Sumber : Detik.com

Top 10 Celebrities Who Destroyed Their Reputation


This is a list of celebrities who have destroyed either their career or their reputation through foolish actions – intentionally or unintentionally.

10. David Hasselhoff

Hasselhoff-Drunk

The star of Bay Watch has recently been suffering with alcohol abuse and in 2007 his daughter released a video of him drunkenly trying to eat a Wendy’s burger whilst arguing with her on to the internet. Continue reading

Fenomena awan aneh setelah gempa


Dua gempa dasyat yang mengguncang jogja dan padang meninggalkan fenomena aneh yang sempat terekam kamera. Dijogja beberapa saat setelah gempa tampak ada sekumpulan awan besar mirip awan yang terjadi di Hirosima jepang ketika bom nuklir dijatuhkan. posisi awan ada dilaut selatan pulau jawa. Continue reading

Pasangan Ini Setubuhi 5.500 Orang


Pasangan Ini Setubuhi 5.500 Orang
Sang pria sudah meniduri 2.162 wanita. Sang wanita telah bersetubuh dengan 3.323 pria.
Rabu, 1 Desember 2010, 00:48 WIB

Pipiet Tri Noorastuti

 

Sarah Moore dan Geoff Daniels (The Sun)

VIVAnews - Sarah Moore dan Geoff Daniels bukan pelacur. Mereka adalah pasangan kekasih saling mencintai yang kebetulan berprofesi sebagai pasangan pengganti bagi mereka yang memiliki masalah seksual. Continue reading

PENGUMUMAN LULUS SELEKSI PENGADAAN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL


KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM REPUBLIK INDONESIA
KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM REPUBLIK INDONESIA
PENGADAAN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM
TAHUN 2010 (ON-LINE)
P E N G U M U M A N Nomor : KP.01.03-Mn/625
PENGUMUMAN LULUS SELEKSI PENGADAAN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL
KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM FORMASI TAHUN 2010 1.

Berdasarkan hasil evaluasi ujian tertulis Pengadaan Calon Pegawai Negeri Sipil Kementerian Pekerjaan Umum Formasi Tahun 2010 yang penayangan hasilnya telah disaksikan bersama antara Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Badan Kepegawaian Negara, dan Lembaga Independen, kami informasikan bahwa daftar nama dan nomor peserta ujian yang dinyatakan lulus seleksi Pengadaan CPNS Kementerian Pekerjaan Umum Tahun 2010 untuk diusulkan menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil Kementerian Pekerjaan Umum sebagaimana tercantum dalam Lampiran I. 2. Bagi pelamar yang dinyatakan lulus sebagaimana tercantum dalam Lampiran I diminta segera melakukan registrasi ulang sejak tanggal 29 November s.d. 2 Desember 2010 pukul 09.00 – 15.00 WIB bertempat di Gedung Ditjen SDA dan Penataan Ruang, Lantai Dasar, Jl. Pattimura No. 20 Jakarta Selatan. Registrasi ulang dilakukan sendiri oleh yang bersangkutan atau dapat dikuasakan dengan menggunakan surat kuasa bermeterai Rp. 6.000, dengan membawa kelengkapan dan persyaratan yang tercantum dalam lampiran II. 3. Jika dalam proses registrasi ulang ternyata ditemukan kejanggalan pada dokumen atau dokumen tersebut diragukan keaslian dan keabsahannya, maka panitia akan melakukan konfirmasi atas dokumen tesebut dan apabila diketahui bahwa dokumen tersebut tidak benar atau palsu atau telah terjadi manipulasi data, maka panitia berhak untuk membatalkan kelulusan peserta. 4. Bagi pelamar yang telah dinyatakan Lulus Seleksi, tetapi telah dibatalkan kelulusannya oleh panitia atau tidak mendaftar ulang sampai dengan waktu pemberkasan ulang berakhir tanpa memberikan keterangan kepada Panitia maka akan digantikan oleh peserta dengan peringkat di bawahnya. 5. Keputusan panitia bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat. Jakarta, 26 November 2010 a.n.

Menteri Pekerjaan Umum

Sekretaris Jenderal,

– ttd –

Ir. Agoes Widjanarko, MIP

NIP. 11002330

 

 

Lihat Selengkapnya

 

Sumber : http://www.pu.go.id

 

 

PENDAFTARAN SELEKSI MAHASISWA BARU BERSAMA (SMBB) TELKOM 2011 UNTUK D3, S1 DAN S2


Pendaftaran untuk mengikuti Seleksi Mahasiswa Baru Bersama Telkom (SMBB Telkom) Tahun Akademik 2011/2012 di Perguruan Tinggi dibawah Yayasan Pendidikan Telkom

Ada 2 (dua) metoda yang dapat Anda ikuti untuk masuk menjadi mahasiswa baru Tahun Akademik 2011/2012 yaitu :
1)  DCBT (Daily Computer Based Test) dan
2)  OPBT (Offline Paper Based Test)
Metoda DCBT hanya dilaksanakan di Bandung (lokasi tes DCBT di kampus IM Telkom, Politeknik Telkom, dan Telkom PDC). Metoda DCBT memungkinkan anda mengetahui hasil kelulusan secara realtime, setelah anda selesai mengerjakan tes. Cara mengikuti DCBT :
1)  Anda mendatangi lokasi tes dengan membayar uang pendaftaran sebesar Rp. 300.000 (tiga ratus ribu rupiah) di lokasi ujian
2)  Anda langsung dipersilahkan untuk mengisi biodata di tempat tes, dan kemudian anda mengikuti tes DCBT
Metoda DCBT akan dibuka mulai awal November 2010 dan Anda bisa mengikuti DCBT lebih dari satu kali, namun setiap Anda mengikuti DCBT harus membayar lagi.
Jalur yang diselenggarakan pada metoda OPBT adalah Ujian Tulis (UTG 1 dan UTG 2), Ujian Saringan Masuk (USM 1 dan USM 2 ), Jalur Penelusuran Potensi Akademik (JPPA Unggulan, JPPA Nasional, dan JPPA OSN)
Untuk mengikuti metoda OPBT, Anda harus mempunyai PIN (Username dan password) terlebih dahulu. Adapun cara mendapatkan PIN adalah sebagai berikut:
  1. Dapatkan nomor transaksi di   Web Registrasi Online atau dengan cara mengirim SMS ke nomor 0821 27 58 58 58 dengan format : Reg#NAMA PESERTA
  2. Gunakan nomor transaksi tersebut untuk membeli PIN seharga Rp. 300.000,- (tiga ratus ribu rupiah) di Bank Mandiri melalui:
undefined

 

(Klik pada gambar untuk memperbesar)

Selanjutnya anda melakukan Pendaftaran Online. Untuk mempermudah anda dalam melakukan pendaftaran online silahkan pelajari panduan pendaftaran online

Jadwal setiap jalur seleksi dapat dilihat pada tabel berikut :

NO JALUR SELEKSI PENDAFTARAN TERAKHIR PELAKSANAAN UJIAN PENGUMUMAN KELULUSAN
1 UTG I Kamis, 16 Des 2010, Pukul 12.00 WIB Minggu, 19 Des 2010 Kamis, 30 Des 2010, Pukul 14.00 WIB
2 USM I Kamis, 20 Jan 2011, Pukul 12.00 WIB Minggu, 23 Jan 2011 Kamis, 3 Feb 2011, Pukul 14.00 WIB
3 JPPAN REGULAR Senin, 14 Feb 2011, Pukul 12.00 WIB Catatan : Berkas Foto Copy raport / transkrip dan piagam juga harus sudah masuk panitia SMBB paling lambat Senin, 14 Feb 2011, Pukul 12.00 WIB Pukul 12.00 WIB Kamis, 24 Feb 2011, Pukul 14.00 WIB
4 JPPAN PINDAHAN Senin, 14 Feb 2011, Pukul 12.00 WIB Kamis, 24 Feb 2011, Pukul 14.00 WIB
5 JPPA OSN Senin, 14 Feb 2011, Pukul 12.00 WIB Kamis, 24 Feb 2011, Pukul 14.00 WIB
6 JPPAU Kamis, 3 Mar 2011, Pukul 12.00 WIB Minggu, 6 Maret 2011 Kamis, 17 Mar 2011, Pukul 14.00 WIB
7 USM II Kamis, 28 April 2011, Pukul 12.00 WIB Minggu, 1 Mei 2011 Kamis, 12 Mei 2011, Pukul 14.00 WIB
8 UTG II Kamis, 30 Juni 2011, Pukul 12.00 WIB Minggu, 3 Juli 2011 Kamis, 14 Juli 2011, Pukul 14.00 WIB

Sumber : http://smbbtelkom.ac.id/

 

Tanggul Jebol, Rancaekek Banjir Bandang


Ilustrasi
BANDUNG - Hujan deras disertai angin kencang di kawasan timur Kabupaten Bandung, sejak pukul 14.30 WIB hingga 15.30 WIB hari Minggu kemarin, membuat Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, dilanda banjir bandang.

Curah hujan yang sangat tinggi membuat sungai yang melintas di kecamatan yang berbatasan dengan Kabupaten Sumedang ini tak mampu lagi menahan luapan air.

Akibatnya, tanggul Babakan Rawa di Kampung Bojongmala, RW 07, Desa Rancaekek Kulon, yang dilintasi Sungai Cikijing, jebol sepanjang enam meter sekitar minggu malam.

Sedikitnya 40 kepala keluarga (KK) di kampung yang berbatasan dengan Kecamatan Cileunyi itu dievakuasi lantaran rumah mereka terendam air dengan ketinggian 50-80 cm.

“Titik terdalam mencapai 1,2 meter, terjadi pada pukul 19.45 WIB,” kata Yadi Rochmat, Pelaksana Humas Kantor Kecamatan Rancaekek. Banjir bandang juga menyebabkan arus lalu lintas di Jalan Raya Rancaekek-Majalaya lumpuh.

Hingga Minggu malam, jalur masih terputus. Semua kendaraan baik sepeda motor maupun mobil lebih memilih jalur alternatif di Jalan Talun, Desa Bojongloa, Kecamatan Rancaekek. Sementara itu, Jalan Raya Bandung-Garut tepatnya di depan pabrik PT Vonex yang berlokasi di Desa Linggar, Rancaekek, juga terendam hingga ketinggian 70 cm.(Koran SI/Koran SI/ded)

Jalan By Pass Rancaekek Terendam Banjir

Rabu, 10/11/2010 – 13:37
USEP USMAN NASRULLOH/"PRLM"

USEP USMAN NASRULLOH/”PRLM”
KENDARAAN menuju timur antre menyisiri jalan yang terendam banjir di Jln. By Pass Rancaekek, Kabupaten Sumedang, Rabu (10/11). Hujan deras yang mengguyur menyebabkan air dari beberapa sungai meluap ke jalan. Akibatnya kendaraan harus antre dan macet beberapa kilometer sejak Selasa (9/11) petang hingga Rabu (10/11).*
Fotografer:usep usman/1
Sumber :
Okezone.com
pikiran-rakyat.com

22 Gunung Api Perlu Diwaspadai


Gunung Merapi saat mengalami erupsi
BANDUNG - Meski gempa dan letusan gunung tidak mempengaruhi aktivitas gunung api lainnya, tapi ada 22 gunung api di seluruh Indonesia yang patut diwaspadai.

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat, hingga Minggu (31/10/2010) kemarin, 22 gunung api tersebut berstatus di atas normal. Semuanya masuk kategori gunung api tipe A yang berarti pernah mengalami erupsi magmatik sekurang-kurangnya satu kali sesudah tahun 1600.

Ke-22 gunung api itu normal dengan status waspada, siaga, dan awas. Status waspada berarti ada peningkatan aktivitas vulkanik dengan rekomendasi aktivitas manusia di kawasan rawan bencana (KRB) II dan KRB III wajib dibatasi.

Siaga berarti prediksi peningkatan aktivitas gunung api hingga letusan dengan rekomendasi tidak ada aktivitas di KRB II dan KRB III. Status awas berarti evakuasi pengungsi pada KRB II dan KRB III seperti terjadi di Gunung Merapi. Pihak yang mengeksekusi rekomendasi ini adalah pemerintah daerah setempat.

Kepala Badan Geologi ESDM Sukhyar menyebutkan sejumlah gunung api berstatus waspada di wilayah Sumatera adalah Gunung Seulewah Agam, Sinabung yang baru meletus, Talang, Kerinci, Kaba,dan Anak Krakatau.

Di wilayah Jawa, yakni Papandayan (Jawa Barat), Slamet (Jawa Tengah), Bromo (Jawa Timur), dan Semeru (Jawa Timur). Di wilayah Nusa Tenggara adalah Gunung Batur (Bali), Rinjani, Rokatenda, Egon, dan Sangeang Api. Sementara di Sulawesi adalah Gunung Lokon dan Soputan, serta di Maluku– Halmahera, yakni Gunung Dukono dan Gamalama.

Saat ini, ada dua gunung di wilayah Maluku-Halmahera dan Sulawesi Utara yang berstatus siaga atau satu tingkat di bawah Merapi.

“Di Maluku-Halmahera ada Gunung Ibu dan Sulawesi sebelah utara ada Gunung Karangetang,” kata Sukhyar.

Secara umum, ada 127 gunung api di Indonesia terdiri dari 77 tipe A, 30 tipe B, dan 21 tipe C. Gunung api tipe B berarti yang sesudah tahun 1.600 belum lagi mengalami erupsi magmatik, namun masih memperlihatkan gejala kegiatan seperti kegiatan solfatra.

Gunung api tipe C berarti yang erupsinya tidak diketahui dalam sejarah manusia, namun masih terdapat tanda-tanda kegiatan masa lampau berupa lapangan solfatra/fumarola pada tingkat lemah.

Gunung api tipe A di Sumatera ada 13, Jawa 19, Bali–Nusa Tenggara 23 Sulawesi 11, dan Maluku 12 gunung api. Tipe B di Sumatera ada 11, Jawa 10, Bali–Nusa Tenggara 3, Sulawesi 3, dan Maluku 2. Sedangkan tipe C di Sumatera ada 6, Jawa 5, Bali–Nusa Tenggara 5, Sulawesi 5, dan Maluku tidak ada.

 

Sumber

Cincin Api Pasifik And Fellowship of the Ring of Fire


Cincin Api Pasifik atau Lingkaran Api Pasifik (bahasa Inggris: Ring of Fire) adalah daerah yang sering mengalami gempa bumi dan letusan gunung berapi yang mengelilingi cekungan Samudra Pasifik. Daerah ini berbentuk seperti tapal kuda dan mencakup wilayah sepanjang 40.000 km. Daerah ini juga sering disebut sebagai sabuk gempa Pasifik.

Sekitar 90% dari gempa bumi yang terjadi dan 81% dari gempa bumi terbesar terjadi di sepanjang Cincin Api ini. Daerah gempa berikutnya (5–6% dari seluruh gempa dan 17% dari gempa terbesar) adalah sabuk Alpide yang membentang dari Jawa ke Sumatra, Himalaya, Mediterania hingga ke Atlantika. Berikutnya adalah Mid-Atlantic Ridge. [1] [2].

[sunting] Daerah cakupan

Beberapa daratan dan lautan yang membentuk Lingkaran Api Pasifik (dari arah barat daya, berlawanan arah jarum jam):

Tanggal 26 Oktober 2010 kita dikejutkan oleh letusan Gunung Merapi. Walaupun Merapi adalah gunung yang paling aktif di dunia, kita tetap saja terkejut. Apalagi mendengar puluhan korban jiwa yang disebabkannya, termasuk Mbah Maridjan, tokoh spiritual yang sering disebut sebagai juru kunci Gunung Merapi. Sejak tahun 1548, Merapi sudah meletus sebanyak 68 kali.

Hari ini (29/10), kita kembali dikejutkan oleh berita 8 gunung api lainnya di Indonesia mulai meningkat aktivitasnya. Kedelapan gunung tersebut berada dalam status ”Waspada”, yaitu: Gunung Anak Krakatau di Lampung, Gunung Bromo di Probolinggo dan Gunung Semeru di Lumajang (Jawa Timur), Gunung Sinabung di Karo (Sumatera Utara), Gunung Talang di Solok (Sumatera Barat), Gunung Papandayan di Garut (Jawa Barat), Gunung Slamet di Tegal dan Gunung Dieng di Wonosobo (Jawa Tengah). Status Waspada adalah level dua pada tingkat isyarat gunung berapi yang berarti terdapat kenaikan aktivitas di atas level normal, baik aktivitas seismik dan kejadian vulkanis lainnya.

Anak Krakatau adalah gunung atau pulau vulkanik di Selat Sunda yang tebentuk pasca meletusnya Gunung Krakatau sejak tahun 1927. Gunung Krakatau sendiri dikenal dengan letusan dahsyatnya pada tahun 1883 yang menyebabkan 36.000 korban jiwa. Suara ledakannya diberitakan terdengar sampai ribuan kilometer, antara lain terdengar di Perth, Australia dan Mauritus (berjarak 5.000 km). Ledakan tersebut dicatat dalam The Guiness Book of Records sebagai ledakan yang paling hebat yang terekam dalam sejarah. Pada tahun 2009, Anak Krakatau sempat meletus ratusan kali. Menurut Antara News, pada hari Rabu, 19 Agustus 2009, Anak Krakatau meletus sebanyak 297 kali (dalam satu hari saja).

Indonesia memang mempunyai banyak gunung api, yang terletak di dalam rangkaian gunung api di seputar Samudra Pasifik. Rangkaian ini biasa disebut Pacific Ring of Fire atau cukup disebut Ring of Fire. Panjang rangkaian berbentuk tapal kuda ini adalah sekitar 40.000 km, mulai dari Selandia Baru, Indonesia, Filipina, Jepang, Alaska, Amerika Serikat, Meksiko, Guatemala, Nikaragua, Kolombia, Ekuador sampai Palung Peru. Sekitar 81% dari gempa bumi terbesar terjadi di sepanjang rangkaian Ring of Fire ini.

Lebih dahsyat lagi, karena Indonesia juga dekat dengan lintasan pertemuan tiga lempeng bumi, yaitu lempeng Eurasia, Indo-Australia (yang relatif bergerak ke arah utara) dan Pasifik. Pergerakan dan tumbukan antar lempeng tektonik inilah yang menyebabkan banyak gempa bumi di Indonesia. Gempa-gempa tersebut juga dapat berpengaruh pada aktivitas gunung api di Indonesia. Oleh karena itu dalam deretan 5 letusan gunung api yang terdahsyat di dunia sepanjang sejarah menurut majalah TIME, 2 di antaranya adalah gunung api di Indonesia: Krakatau dan Tambora.

Meletusnya Gunung Merapi 26 Oktober 2010 yang baru lalu yang masih diikuti beberapa letusan hari ini (29/10) menjadi salah satu momentum bagi gerakan sosial Pray for Indonesia, terutama melalui media internet. Lambang yang digunakan adalah pita hitam di samping lambang negara Garuda Pancasila. Logo ini digunakan banyak netizen, sebagai foto profil di banyak social media, seperti facebook dan twitter sebagai bentuk ungkapan belasungkawa dan dukungan bagi korban bencana alam di Indonesia. Gerakan ini didukung berbagai pihak menyikapi beberapa bencana alam di Indonesia akhir-akhir ini, antara lain banjir bandang di Wasior, gempa dan tsunami di Mentawai, Sumatera Barat dan meletusnya Gunung Merapi. Paus Benediktus XVI pun dalam suatu audiensi di Vatikan pada hari Rabu, 27 Oktober 2010 menyatakan turut mendoakan dan meminta masyarakat internasional agar segera memberi bantuan bagi korban bencana alam di Indonesia.

Dalam film Lord of the Ring kita mengenal Fellowship of the Ring, persaudaraan yang terbentuk untuk menghancurkan “One RIng”, sebuah cincin yang akan digunakan oleh si jahat Dark Lord Sauron untuk menaklukkan Middle Earth. Kita sebagai bagian dari bangsa Indonesia, yang terletak di rangkaian Ring of Fire, semoga bisa membentuk Fellowship of the Ring of Fire, persaudaraan dan persahabatan untuk bisa saling membantu dalam bentuk apapun menyikapi kondisi akhir-akhir ini. Pray for Indonesia.

Sumber:
Wikipedia dan Kompasiana

8 Gunung Berapi Indonesia yang Terkenal Karena Letusannya


Indonesia memiliki banyak gunung berapi yang masih aktif hingga saat ini. Beberapa diantaranya pernah mencatatkan rekor letusan fantastis yang membuat dunia ikut merasakan dampaknya. Besarnya letusan sebuah gunung berapi  dapat dihitung menggunakan pengukuran VEI.
http://img98.imageshack.us/img98/3936/krakataujh9.jpg
Volcanic Explosivity Index (VEI), dikemukakan oleh Chris Newhall dari U.S. Geological Survey dan Steve Self dari Universitas Hawaii tahun 1982 untuk menyediakan pengukuran relatif dari besarnya letusan gunung berapi.
Berikut ini adalah beberapa gunung berapi di Indonesia yang pernah tercatat memiliki letusan yang dahsyat diukur menggunakan VEI.

8. Gunung Kelud (VEI=4)

Sejak abad ke-15, Gunung Kelud telah memakan korban lebih dari 15.000 jiwa. Letusan gunung ini pada tahun 1586 merenggut korban lebih dari 10.000 jiwa. Sebuah sistem untuk mengalihkan aliran lahar telah dibuat secara ekstensif pada tahun 1926 dan masih berfungsi hingga kini setelah letusan pada tahun 1919 memakan korban hingga ribuan jiwa akibat banjir lahar dingin menyapu pemukiman penduduk.
Pada abad ke-20, Gunung Kelud tercatat meletus pada tahun 1901, 1919 (1 Mei), 1951, 1966, dan 1990. Tahun 2007 gunung ini kembali meningkat aktivitasnya. Pola ini membawa para ahli gunung api pada siklus 15 tahunan bagi letusan gunung ini.

7. Gunung Merapi (VEI=4)

Gunung Merapi adalah yang termuda dalam kumpulan gunung berapi di bagian selatan Pulau Jawa. Gunung ini terletak di zona subduksi, dimana Lempeng Indo-Australia terus bergerak ke bawah Lempeng Eurasia. Letusan di daerah tersebut berlangsung sejak 400.000 tahun lalu, dan sampai 10.000 tahun lalu jenis letusannya adalah efusif. Setelah itu, letusannya menjadi eksplosif, dengan lava kental yang menimbulkan kubah-kubah lava.
Letusan-letusan kecil terjadi tiap 2-3 tahun, dan yang lebih besar sekitar 10-15 tahun sekali. Letusan-letusan Merapi yang dampaknya besar antara lain di tahun 1006, 1786, 1822, 1872, dan 1930.

Letusan besar pada tahun 1006 membuat seluruh bagian tengah Pulau Jawa diselubungi abu. Diperkirakan, letusan tersebut menyebabkan kerajaan Mataram Kuno harus berpindah ke Jawa Timur. Letusannya di tahun 1930 menghancurkan 13 desa dan menewaskan 1400 orang.

6. Gunung Galunggung (VEI=5)

Gunung Galunggung tercatat pernah meletus pada tahun 1882 (VEI=5). Tanda-tanda awal letusan diketahui pada bulan Juli 1822, di mana air Cikunir menjadi keruh dan berlumpur. Hasil pemeriksaan kawah menunjukkan bahwa air keruh tersebut panas dan kadang muncul kolom asap dari dalam kawah.

Kemudian pada tanggal 8 Oktober s.d. 12 Oktober, letusan menghasilkan hujan pasir kemerahan yang sangat panas, abu halus, awan panas, serta lahar. Aliran lahar bergerak ke arah tenggara mengikuti aliran-aliran sungai. Letusan ini menewaskan 4.011 jiwa dan menghancurkan 114 desa, dengan kerusakan lahan ke arah timur dan selatan sejauh 40 km dari puncak gunung.

5. Gunung Agung (VEI=5)

Gunung Agung terakhir meletus pada 1963-64 dan masih aktif, dengan sebuah kawah besar dan sangat dalam yang kadang-kadang mengeluarkan asap dan abu. Dari kejauhan, gunung ini tampak kerucut, meskipun didalamnya terdapat kawah besar.

Dari puncak gunung, adalah mungkin untuk melihat puncak Gunung Rinjani di pulau Lombok, meskipun kedua gunung sering tertutup awan.

Pada tanggal 18 Februari 1963, penduduk setempat mendengar ledakan keras dan melihat awan naik dari kawah Gunung Agung. Pada tanggal 24 Februari lava mulai mengalir menuruni lereng utara gunung.

Pada tanggal 17 Maret, gunung berapi meletus, mengirimkan puing-puing 8-10 km ke udara dan menghasilkan aliran piroklastik yang besar. Arus ini banyak menghancurkan desa-desa, menewaskan sekitar 1500 orang. Sebuah letusan kedua pada 16 Mei menyebabkan aliran awan panas yang menewaskan 200 penduduk lain.

4. Krakatau (VEI=6)

Krakatau adalah kepulauan vulkanik yang masih aktif dan berada di Selat Sunda antara pulau Jawa dan Sumatra. Nama ini pernah disematkan pada satu puncak gunung berapi di sana (Gunung Krakatau) yang sirna karena letusannya sendiri pada tanggal 26-27 Agustus 1883.

Letusan itu sangat dahsyat; awan panas dan tsunami yang diakibatkannya menewaskan sekitar 36.000 jiwa. Sampai sebelum tanggal 26 Desember 2004, tsunami ini adalah yang terdahsyat di kawasan Samudera Hindia.

Suara letusan itu terdengar sampai di Alice Springs, Australia dan Pulau Rodrigues dekat Afrika, 4.653 kilometer. Daya ledaknya diperkirakan mencapai 30.000 kali bom atom yang diledakkan di Hiroshima dan Nagasaki di akhir Perang Dunia II.

Letusan Krakatau menyebabkan perubahan iklim global. Dunia sempat gelap selama dua setengah hari akibat debu vulkanis yang menutupi atmosfer. Matahari bersinar redup sampai setahun berikutnya. Hamburan debu tampak di langit Norwegia hingga New York.
Ledakan Krakatau ini sebenarnya masih kalah dibandingkan dengan letusan Gunung Toba dan Gunung Tambora di Indonesia, Gunung Tanpo di Selandia Baru dan Gunung Katmal di Alaska.

Namun gunung-gunung tersebut meletus jauh di masa populasi manusia masih sangat sedikit. Sementara ketika Gunung Krakatau meletus, populasi manusia sudah cukup padat, sains dan teknologi telah berkembang, telegraf sudah ditemukan, dan kabel bawah laut sudah dipasang. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa saat itu teknologi informasi sedang tumbuh dan berkembang pesat.

Tercatat bahwa letusan Gunung Krakatau adalah bencana besar pertama di dunia setelah penemuan telegraf bawah laut. Kemajuan tersebut, sayangnya belum diimbangi dengan kemajuan di bidang geologi. Para ahli geologi saat itu bahkan belum mampu memberikan penjelasan mengenai letusan tersebut.

3. Maninjau (VEI=7)

Kaldera Maninjau dibentuk oleh letusan gunung berapi diperkirakan terjadi sekitar 52.000 tahun yang lalu. Simpanan dari letusan telah ditemukan dalam distribusi radial sekitar Maninjau membentang hingga 50 km di sebelah timur, 75 km di tenggara, dan barat ke pantai ini. Memiliki volume 220-250 km ³ dan panjang 20 km dan lebar 8 km.

2. Gunung Tambora (VEI=7)

Aktivitas vulkanik gunung berapi ini mencapai puncaknya pada bulan April tahun 1815 ketika meletus dalam skala tujuh pada Volcanic Explosivity Index. Letusan tersebut menjadi letusan tebesar sejak letusan danau Taupo pada tahun 181.

Letusan gunung ini terdengar hingga pulau Sumatra (lebih dari 2.000 km). Abu vulkanik jatuh di Kalimantan, Sulawesi, Jawa dan Maluku. Letusan gunung ini menyebabkan kematian hingga tidak kurang dari 71.000 orang dengan 11.000 – 12.000 di antaranya terbunuh secara langsung akibat dari letusan tersebut.

Bahkan beberapa peneliti memperkirakan sampai 92.000 orang terbunuh, tetapi angka ini diragukan karena berdasarkan atas perkiraan yang terlalu tinggi. Lebih dari itu, letusan gunung ini menyebabkan perubahan iklim dunia.

Satu tahun berikutnya (1816) sering disebut sebagai Tahun tanpa musim panas karena perubahan drastis dari cuaca Amerika Utara dan Eropa karena debu yang dihasilkan dari letusan Tambora ini. Akibat perubahan iklim yang drastis ini banyak panen yang gagal dan kematian ternak di Belahan Utara yang menyebabkan terjadinya kelaparan terburuk pada abad ke-19.

Selama penggalian arkeologi tahun 2004, tim arkeolog menemukan sisa kebudayaan yang terkubur oleh letusan tahun 1815 di kedalaman 3 meter pada endapan piroklastik. Artifak-artifak tersebut ditemukan pada posisi yang sama ketika terjadi letusan di tahun 1815. Karena ciri-ciri yang serupa inilah, temuan tersebut sering disebut sebagai Pompeii dari timur.

1. Toba Supervolcano (VEI=8)

Merupakan letusan gunung berapi yang paling dahsyat yang pernah diketahui di planet Bumi ini. Dan hampir memusnahkan generasi umat manusia di planet Bumi.
73.000 tahun yang lalu letusan dari supervolcano di Indonesia hampir memusnahkan seluruh umat manusia. Hanya sedikit yang selamat. Dan setelah Tsunami Gunung Berapi Di Indonesia menjadi Aktif sekali lagi dan mengancam umat manusia.
File:Tobaeruption.png
Letusan ini tidak bisa dibandingkan dengan apapun yang telah dialami di bumi sejak masa dimana manusia bisa berjalan tegak. Dibandingkan dengan SuperVolcano Toba, bahkan krakatau yang menyebabkan sepuluh ribu korban jiwa pada 1883 hanyalah sebuah sendawa kecil.

Padahal krakatau memiliki daya ledak setara dengan 150 megaton TNT. Sebagai perbandingan: ledakan Bom Nuklir hiroshima hanya memiliki daya ledak 0,015 megaton, dan secara lisan maka daya musnahnya 10.000 kali lebih lemah dibanding krakatau.

Seperti yang telah diketahui oleh para ilmuwan, toba hampir memusnahkan umat manusia 73.00 tahun yang lalu. Saat itu manusia neanderthal menghuni bumi kita bersamaan dengan homo sapiens di eropa, serta homo erectus dan homo floresiensis di asia.

Saat itu sangat dingin di eropa, Zaman es terakhir ini berjalan lancar dimana kijang, kuda liar dan rusa raksasa diburu. Selain makanan herbivora, mammoth dan badak berbulu juga seringkali menjadi menu makanan manusia.

Toba, dengan diameter 90 kilometer di pulau yang sekarang dikenal dengan nama Sumatera, meletus dengan sangat dahsyat. Bersamaan dengan gelombang besar tsunami, ada 2.800 kilometer kubik abu yang dikeluarkan, yang menyebar ke seluruh atmosfir bumi kita. Yang mungkin telah mengurangi jumlah populasi manusia menjadi hanya sekitar 5000 sampai 10.000 manusia saja.

Sebenarnya manusia jaman sekarang berasal dari beberapa ribu manusia yang selamat dari letusan super volcano Toba 73.000 tahun yang lalu. Oleh karena itu Gunung berapi di Indonesia bertanggung jawab atas hampir musnahnya umat manusia.

http://almuchibbin.files.wordpress.com/2008/06/toba.jpg?w=450&h=338
Dan Dari 60 hingga 70 gunung berapi yang dapat ditemuai di area tersebut (Indonesia) sekarang, beberapa diantaranya menjadi aktif kembali dalam beberapa bulan maupun beberapa minggu setelah gempa di dasar laut pada bulan Desember 2004.

Walaupun Toba sampai saat ini masih tertidur jauh dan aman dibawah sebuah laut besar yang menyandang nama sama di Sumatera Utara, banyak orang yang takut apabila suatu saat Gunung Berapi aktif di Talang yang berada 300 kilometer di selatan Toba meletus, bisa membangunkan Raksasa yang tertidur.

Vulkanologis Prof. Ray Cas mengatakan ‘Hal itu mungkin saja terjadi, tapi bila Toba siap untuk meletus dan kejadian diatas bukanlah satu-satunya indikasi akan kejadian tersebut.”

Sang ahli tersebut berpikir bahwa mungkin saja suatu hari nanti letusan besar lain akan terjadi tapi hal itu baru akan mungkin terjadi sekitar 10.000 atau bahkan 100.000 tahun lagi. Tetapi biar bagaimana pun tidak semua hal dapat diprediksi.

Sumber :
opinibureto.blogspot.com

Daftar Gunung Berapi Aktif Di Indonesia


Daftar Gunung Berapi Aktif Di Indonesia ; Aktivitas vulkanik sejumlah gunung berapi di Indonesia kembali meningkat dan berstatus waspada, Berdasarkan pantauan Pusat Mitigasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) ESDM, ada 21 gunung api tipe A yang status keamanannya tidak normal.

ada 18 gunung yang berstatus waspada, 2 siaga dan 1 berstatus awas,” kata Kepala Sub Bidang Pengamatan Gunung Berapi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Agus Budianto Seperti dikutip Berita Lampung dari detikcom, Jumat (28/10/2010).

18 Gunung yang berstatus waspada adalah:

1. Gunung Sinabung (Karo, Sumut)
2. Gunung Talang (Solok, Sumbar)
3. Gunung Kaba (Bengkulu)
4. Gunung Kerinci (Jambi)
5. Gunung Anak Krakatau (Lampung)
6. Gunung Papandayan (Garut, Jabar)
7. Gunung Slamet (Jateng)
8. Gunung Bromo (Jatim)
9. Gunung Semeru (Lumajang, Jatim)
10. Gunung Batur (Bali)
11. Gunung Rinjani (Lombok, NTB)
12. Gunung Sangeang Api (Bima, NTB)
13. Gunung Rokatenda (Flores, NTT)
14. Gunung Egon (Sikka, NTT)
15. Gunung Soputan (Minahasa Selatan, Sulut)
16. Gunung Lokon (Tomohon, Sulut)
17. Gunung Gamalama (Ternate, Maluku Utara)
18. Gunung Dukono (Halmahera Utara, Maluku Utara)

Sedangkan 2 Gunung yang berstaus siaga adalah:

1. Gunung Karangetang (Sulut)
2. Gunung Ibu (Halmahera Barat, Maluku Utara)

1 Gunung bersatus awas yakni Gunung Merapi di Sleman, Yogyakarta.

“Ada 21 yang statusnya waspada hingga awas, dari 68 gunung api bertipe A yang kami pantau,” sambung Agus.

Gunung tipe A adalah gunung yang pernah bererupsi sekurang-kurangnya satu kali sesudah tahun 1600. Sedangkan gunung tipe B adalah gunung yang sesudah tahun 1600 tidak lagi mengalami erupsi. Gunung tipe C adalah gunung berapi yang erupsinya tidak diketahui dalam sejarah manusia, atau tidak ada catatan letusannya.

“Ini kami sampaikan agar masyarakat lebih waspada, karena gunung-gunung itu sering didaki, juga sering untuk jalan-jalan, banyak aktivitas warganya. Dengan pemberitahuan ini agar diperhatikan jika ada hembusan panas,” lanjut Agus.

Status bahaya level I atau aktif normal artinya berdasarkan pengamatan visual, kegempaan dan gejala vulkanik lainnya tidak memperlihatkan adanya kelainan. Level II atau waspada berarti ada peningkatan kegiatan berupa kelainan yang tampak secara visual atau hasil pemeriksaan kawah, kegempaan dan gejala vulkanik lainnya.

Di level III atau siaga, terjadi peningkatan pengamatan kawah secara visual, kegempaan dan metide lain yang saling mendukung. Sedangkan level 4 atau awas, letusan awal mulai terjadi berupa abu/ asap. Hal ini akan diikuti letusan utama

Sumber Berita Lampung: Daftar Gunung Berapi Aktif Di Indonesia |Terkini